Rain Story

Standar

“aq selalu bahagia saat hujan turun karena aq dapat mengenangmu untukku sendiri…..” (utopia-hujan)


Hujan mengguyur Tanah Grogot dari tadi sore. Makanya suasananya jadi dingin dingin kelabu (??). Dari sore juga saya cuma duduk diatas ranjang didekat jendela (info gak penting). Karena berupa jendela kaca besar (dan kamar saya di lantai 2) makanya saya bisa nyantai diatas ranjang sambil tetap bisa ngamati situasi diluar (kali ada tetangga yang bisa dijadiin “target” buat digosipin:mrgreen: ).
Kembali ke hujan (bukan laptop),  Sayangnya hujan yang turun bukan hujan yang “manis” (hujan2 yang bisa menginspirasi untuk ngelamunin seseorang, atau hujan seperti sinetron/film romantis dimana sepasang kekasih berciuman🙂 wew ni cuma definisi saya sendiri lho :-D  ). Kenapa saya bilang hujan yang turun sore ini “gak manis”? Karena hujan yang turun sore ini adalah hujan lebat yang disertai petir yang sambung menyambung😕 (ngingetin sama suasana film horor atau thriller😕 lagian siapa yang mo ciuman dibawah hujan lebat lengkap dengan petir-petirnya?!:mrgreen: ).

Ngomong-ngomong soal petir, tetangga sebelah rumah saya kayaknya lagi ngadain arisan atau sejenisnya. Pokoknya ada banyak banget ibu-ibu yang ngumpul (keliatan dari tempat nongkrong saya didepan jendela 😀 ). Dan setiap kali ada suara petir menggelegar, para ibu-ibu ini langsung kompak berteriak “kyaaa…”

jegeer!! “kyaaa…”

jegeer!! “kyaaa…”

jegeer!! “kyaaa…”

gubrak!! “kyaaa…” (ini sih berarti emang ada yang jatuh😀 )

2 thoughts on “Rain Story

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s