Belajar menerima

Standar

Beberapa hari ini gw kayaknya sedang diajarkan untuk belajar menerima apa yang terjadi dalam hidup kita. Bahwa apa yang kita inginkan belum tentu sama dengan apa yang diinginkan orang lain dan bahwa apa yang kita inginkan belum tentu kita dapatkan. Gw juga belajar bahwa ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita harus bisa menerima dengan lapang dada dan yakin suatu saat kita bakal dapat ganti yang lebih baik.

Uniknya ditengah kondisi gw yang juga sedang berjuang (ciee…berjuang..) menerima “kekalahan” ini, teman lama gw malah menelpon gw dan tanya gimana caranya menghilangkan rasa kecewa karena gak berhasil mendapatkan cowok yang dia suka. Sempat punya pikiran usil, menyarankan dia untuk pergi ke dukun aja, tapi pikiran itu gw ilangkan…ya iyalah. Hehe J

“Ikhlasin aja,..” kata gw.

Sumpah, waktu gw ucapkan ini, gw ngerasa sebenarnya gw lagi bicara ama diri sendiri karena sebenarnya gw sendiri juga punya masalah yang hampir sama dengannya. Hanya mungkin lebih complicated.

Teman gw langsung bilang kalau dia gak mau ngikhlasin, akhirnya gw bilang lagi

“Emang loe mau ngapain?” dia diam. Gw sempat ngebayangin yang enggak-enggak, jangan-jangan dia bakal ngalakuin tindakan nekat plus kejam kayak ciri khas tokoh antagonis sinetron Indonesia termasuk suka ketawa sendiri biarpun gak ada yang lucu (coba deh perhatiin semua tokoh antagonis di sinetron Indonesia, pasti suka ketawa sendiri…. Hehe J )

Mungkin gw memang gak kreatif, ngasih saran kok cuma nyuruh ikhlas, tapi menurut gw nih kalau memang kita sudah berusaha dan ternyata tetap gak mendapatkan apa yang kita inginkan, artinya cuma satu : “Yang Di Atas memang belum memberikannya untuk kita,” nah kalau sudah begitu, mau apa lagi? Mau pakai dukun level internasional sekalipun, mau nangis-nangis sambil guling-gulingan di lantai, mau ngamuk-ngamuk sambil gigit-gigit meja (kenapa juga harus gigit meja??), gak bakalan bisa.

Gw tulis ini bukan buat menasehati siapapun selain diri gw sendiri. Gw tulis ini agar suatu saat nanti ketika gw mengalami “kekalahan” lagi, gw bisa buka tulisan ini dan ingat bahwa gw sudah pernah belajar menerima….

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s